Selasa, 09 Juni 2015

Bersihkan Laut di Hari Lingkungan Hidup


Tanjungpinang – Dalam memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6) di Anjung Cahaya, Tanjungpinang. Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan kegiatan pantai dan penghijauan
Kegiatan ini yang dilakukan pada empat lokasi, yaitu tepi laut, Pulau Penyengat, pelantar 2 KUD, dan Kampung Bugis. Kegiatan ini melibatkan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Pemerintah Kota Tanjungpinang serta warga Tanjungpinang.
Selain kegiatan membersihkan pantai dan penghijauan, BLH juga mengadakan lomba mewarnai terkait lingkungan hidup, lomba fashion show tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dengan menggunakan kostum daur ulang sampah. BLH juga mengadakan lomba berbalas pantun jenaka dan lomba foto tentang lingkungan.
Kegiatan Hari Lingkungan Hidup ini juga dihadiri oleh Rektor UMRAH, beliau ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih ini dengan mengajak dosen-dosen UMRAH serta mahasiswa-mahasiswa UMRAH.
“Kegiatan ini dilakukan supaya lingkungan di Kota Tanjungpinang bebas dari sampah” ungkap Yeri Suparna selaku ketua BLH Kepri.
Panitia penyelenggara acara ini mengatakan bahwa, jika tidak ada halangan, tahun depan akan dilaksanakan di Bintan karena Bintan memiliki pesisir yang banyak.

“Saya turut bahagia karena bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih ini dan semoga bisa berlanjut tiap tahunnya” ungkap Fitri, mahasiswa dari universitas di Tanjungpinang. mona

Selasa, 02 Juni 2015

Tabligh Akbar Bersama Umi Pipik

umi pipik menyampaikan tausiyah


Tanjungpinang – Tabligh akbar dalam menyambut Bulan Ramadhan 1436 H menghadirkan Umi Pipik Dian Irawati dan Habib Fachri Jamalulail. Tabligh akbar ini diselenggarakan oleh pengajian A-Hidayah, Bintan, Minggu (24/5) di Lapangan Pamedan A.Yani, Tanjungpinang.
Ratusan warga Tanjungpinang dan Bintan mulai memadati Lapangan Pamedan mulai pukul 07.00 WIB yang rata-rata  ibu-ibu dari pengajian majelis taklim dari Tanjungpinang dan Bintan. Tidak hanya warga Tanjungpinang dan Bintan tapi tabligh akbar ini juga dihadiri oleh Ansar Ahmad (Bupati Bintan), Lis Darmansyah (Wali Kota Tanjungpinang), dan Angga (anggota DPRD Tanjungpinang).
Jamaah tabligh akbar akan mendapatkan makanan dan panitia serta undian kupon berhadiahkan handphone dan buku. Selama menunggu Umi Pipik, para jamaah diisi ceramah yang menyenangkan dari Ust. Muhammad Candra. Beliau berceramah sambil menghibur para jamaah yang mulai terasa bosan karena hari mulai terasa panas.
Acara akhirnya dimulai pukul 10.00 WIB, ketua panitia, Bupati Bintan, dan Wali Kota Tanjungpinang memberikan kata sambutan kepada para jamaah yang kemudian disusul kedatangan Umi Pipik dan dan Habib Fachri. Para jamaah mulai berdiri dan menuju ke tempat kedatangan Umi Pipik dan Habib Fachri hanya untuk melihat dari jauh dan mengambil momen tersebut.
Ceramah pertama disampaikan oleh Habib Fachri, beliau membahas tentang “Istri yang Soleha”. Tak lama Habib mengisi ceramahnya, kemudian Umi Pipik mulai berdiri yang pada saat ini mengenakan jubah hitam yang sangat terlihat manis dengan dirinya. Umi Pipik membahas tentang “Bukti Kecintaan Kepada Nabi Muhammad saw”.
Umi Pipik memulai ceramahnya dengan menceritakan kisahnya bersama Alm. Ust. Jefri Al-Bukhori sebelum kecelakaan dan sesudah peristiwa itu terjadi. Terlihat beberapa jamaah mulai meneteskan air mata. Kemudian ia mulai berbagi semangat kepada jamaah dengan menteladani Nabi Muhammad saw.
“Saya berdiri disini bukan karena saya seorang ustadzah tetapi saya berdiri disini hanya ingin berbagi semangat kepada ibu-ibu semua.” ungkap Umi Pipik kepada jamaah.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dari Umi Pipik yang membuat para jamaah mulai menangis karena haru dengan pembacaan doa dari Umi Pipik. Acara tabligh akbar masih dilanjutkan kembali di Tanjunguban bersama Umi Pipik dan Habib Fachri pula.
“Saya senang akhirya bisa ketemu dengan Umi Pipik, dan banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari seorang Umi Pipik” ungkap Samsuar (62) dari Majelis Takilm Km.3.

Tidak hanya para jamaah tabligh akbar yang merasa senang tetapi juga para pedagang yang berjualan disekitaran Lapangan Pamedan. Iwan (42) pedagang es krim mengatakan bahwa, ia mendapatkan banyak keuntungan dari hasil berjualan es krim di acara tabligh akbar tersebut. mona

Galeri Foto:
Habib Fachri

Ust. Candra

Lis Darmansyah menyampaikan kata sambutan

Kampung Pendidikan untuk Hardiknas

salah satu stand sekolah  di Pamedan
Tanjungpinang – Kampung pendidikan yang diselenggarakan dalam memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kampung pendidikan yang diadakan mulai tanggal 9-12 Mei 2015 di Lapangan Pamedan Jalan A.Yani, Tanjungpinang. Kampung pendidikan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.
Kampung pendidikan ini dihadiri oleh seluruh sekolah di Kota Tanjungpinang mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) baik negri maupun swasta. Di kampung pendidikan, setiap sekolah memperlihatkan produk kreatifitas siswa serta prestasi-prestasi yang telah diraih sekolah.
Sekolah-sekolah mengeluarkan kreatifitasnya dalam ‘memperindah’ stand mereka. Mulai dari produk kreatifitas sampai piala-piala yang telah diraih siswa dan siswinya di sekolah. Ada pula siswa yang memakai kostum tokoh cerita guna menarik perhatian pengunjung.
Produk kratifitas yang mereka pamerkan mulai dari hiasan dari barang bekas seperti kulit gonggong, kulit kerang, koran, dan lain-lain. Produk kriatifitasnya terdapat penemuan yang mereka ciptakan dari sekolah seperti SMKN 3 Tanjungpinang. Tidak hanya stand sekolah yang diperlihatkan di kampung pendidikan, pengunjung juga dapat berfoto di tempat yang telah disediakan oleh panitia.
“Bunga gonggong ini kan menarik, makannya kami pajang.” Ungkap Tomi, siswa dari SMPN 5 Tanjungpinang.
Hari kedua memperingati Hari Pendidikan Nasional, Minggu (10/5), kampung pendidikan dimeriahkan oleh band ‘Wali’. Lapangan Pamedan semakin ramai dikunjungi warga Tanjungpinang dan sekitarnya bukan hanya untuk melihat kampung pendidikan tetapi juga untuk menonton band ‘Wali’.Tanjungpinang – Kampung pendidikan yang diselenggarakan dalam memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kampung pendidikan yang diadakan mulai tanggal 9-12 Mei 2015 di Lapangan Pamedan Jalan A.Yani, Tanjungpinang. Kampung pendidikan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.
Kampung pendidikan ini dihadiri oleh seluruh sekolah di Kota Tanjungpinang mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) baik negri maupun swasta. Di kampung pendidikan, setiap sekolah memperlihatkan produk kreatifitas siswa serta prestasi-prestasi yang telah diraih sekolah.
Sekolah-sekolah mengeluarkan kreatifitasnya dalam ‘memperindah’ stand mereka. Mulai dari produk kreatifitas sampai piala-piala yang telah diraih siswa dan siswinya di sekolah. Ada pula siswa yang memakai kostum tokoh cerita guna menarik perhatian pengunjung.
Produk kratifitas yang mereka pamerkan mulai dari hiasan dari barang bekas seperti kulit gonggong, kulit kerang, koran, dan lain-lain. Produk kriatifitasnya terdapat penemuan yang mereka ciptakan dari sekolah seperti SMKN 3 Tanjungpinang. Tidak hanya stand sekolah yang diperlihatkan di kampung pendidikan, pengunjung juga dapat berfoto di tempat yang telah disediakan oleh panitia.
“Bunga gonggong ini kan menarik, makannya kami pajang.” Ungkap Tomi, siswa dari SMPN 5 Tanjungpinang.
Hari kedua memperingati Hari Pendidikan Nasional, Minggu (10/5), kampung pendidikan dimeriahkan oleh band ‘Wali’. Lapangan Pamedan semakin ramai dikunjungi warga Tanjungpinang dan sekitarnya bukan hanya untuk melihat kampung pendidikan tetapi juga untuk menonton band ‘Wali’.

Acara puncak pada hari kedua penyelenggaraan kampung pendidikan ini, dibuka dengan tarian daerah dari salah satu siswa di Tanjungpinang. Sekitar pukul 21.00 WIB band ‘Wali’ akhirnya tampil di depan panggung dan menghibur seluruh warga Tanjungpinang di kampung pendidikan tersebut. Ibu-ibu yang membawa anak rela berdesak-desakan untuk menonton band ‘wali’.
Selain untuk menghibur warga Tanjungpinang, kampung pendidikan juga bertujuan untuk menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih siswa serta mempererat silaturahmi antar sekolah.
“Apa yang sudah ada ini ditingkatkan lagi karena sekolah kami jauh dari pinang jangan ada perbedaan walaupun niatnya gak ada sih” ungkap Isman, guru Bahasa Inggris di SMPN 011 Kampung Bugis. mona
Acara puncak pada hari kedua penyelenggaraan kampung pendidikan ini, dibuka dengan tarian daerah dari salah satu siswa di Tanjungpinang. Sekitar pukul 21.00 WIB band ‘Wali’ akhirnya tampil di depan panggung dan menghibur seluruh warga Tanjungpinang di kampung pendidikan tersebut. Ibu-ibu yang membawa anak rela berdesak-desakan untuk menonton band ‘wali’.
Selain untuk menghibur warga Tanjungpinang, kampung pendidikan juga bertujuan untuk menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih siswa serta mempererat silaturahmi antar sekolah.

“Apa yang sudah ada ini ditingkatkan lagi karena sekolah kami jauh dari pinang jangan ada perbedaan walaupun niatnya gak ada sih” ungkap Isman, guru Bahasa Inggris di SMPN 011 Kampung Bugis. mona

galeri foto:
stand sekolah

penampilan dari siswa Tanjungpinang
penampilan dari band Wali

piala atas ptrestasi yang telah diraih SMPN 011 Kampung Bugis

Jumat, 15 Mei 2015

Festival Musik untuk Anak Kepri

Pemenang Pertama band "Bubblegumz"

Tanjungpinang – Festival Musik Anak Kepri (Kepulauan Riau) yang diselenggarakan pada tanggal 2 Mei 2015 lalu di pujasera Bintan Centre (Binsen), Km. 9, Tanjungpinang. mendapatkan sambutan baik dari seluruh anak-anak Kepri terutama bagi mereka penikmat musik di seluruh wilayah Kepri.
            Peserta yang mengikuti festival ini berjumlah 24 band yang berasal dari berbagai daerah, seperti Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Semua band tersebut disatukan dalam satu panggung untuk menunjukkan performance terbaik dari aliran musik yang beragam dari masing-masing band. Mulai dari aliran rock, jazz, pop, rege, dan jenis-jenis musik lainnya.
Festival Musik Anak Kepri ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini dibuat betujuan untuk menumbuhkan bakat-bakat anak  Kepri dalam bidang musik. Selain itu, banyak anak-anak Kepri yang memiliki potensi besar untuk menjadi musisi yang handal.
            Fistival Musik Anak Kepri ini dimenangkan oleh “Bubblegumz” band dari Tanjungpinang, pemenang kedua yaitu “Gigabyte” band dan pemenang ketiga yaitu “Narsis” band. Masing-masing pemenang mendapatkan uang tunai, piagam dan piala. Untuk vokalis terbaik diraih oleh “Banjobettencourt” band, drummer dan bassis terbaik dimenangkan oleh “Bubblegumz” band, sedangkan gitaris terbaik diraih oleh “gigabyte” band.
“Alhamdulillah kami bisa menjadi pemenang pertama di Festival Musik Anak Kepri ini, dan ini akan menjadi motivasi buat saya dan kawan-kawan untuk terus berkarya di bidang musik” ungkap Sega (21), gitaris band “Bubblegumz”
“Bisa tampil dalam festival ini saja, saya sudah bersyukur dan ini membuat kami semakin bersemangat untuk terus melakukan yang terbaik” ungkap Rivaldy (20), peserta Festival Musik Anak Kepri.

Ia juga menambahkan, semoga festival musik ini bisa dilaksanakan tiap tahunnya, bukan hanya untuk  tahun ini saja. Karena masih banyak generasi-generasi muda yang ingin terus mengembangkan minat dan bakatnya dibidang musik. (mona)

Galeri Foto:





Senin, 11 Mei 2015

Pasar Sultan untuk Pasar Muamalah



 
dari kiri pengurus pasar sultan, tengah pengurus pasar sultan, kanan arsitek pasar. mereka bertiga sedang di tanah wakaf untuk pasar sultan
Tanjungpinang – Pasar sultan disebut pasar muamalah karena waqaf dari Sultan Bintan yaitu H. Huzrin Hood. Tanah waqaf untuk pasar sultan ini terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Sei. Jang, Tanjungpinang. Pasar ini akan dilakukan proses pembangunannya pada tanggal 16 Mei 2016 mendatang.
            Peletakkan batu pertama pada tanggal 16 Mei mendatang, dilakukan oleh Sri Paduka Tri Buana H. Huzrin Hood sebagai pemiliki dari tanah waqaf tersebut. Awalnya, pasar sultan ini telah terbentuk yaitu di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km.5, Tanjungpinang. Tetapi tempat awal pasar ini kecil, dan hanya beberapa pedagang yang berjualan, seperti Reni (55) yang berjualan ayam bakar bumbu rujak, Nani (22) yang berjualan jilbab, dan Azis (36) yang berjualan roti dengan ciri khas tidak memakai pengawet, pewarna, dan bahan kimia lainnya.
Pasar sultan ini disebut pasar muamalah, selain karena tanah waqaf yang diberikan oleh Huzrin Hood, tetapi pasar ini merupakan pasar yang bebas dengan pajak, dan tidak dipungut bayaran sewa tempat. Tetapi pedagang akan memberikan infaq seikhlasnya untuk keberlangsungan pasar sultan bintan.
Pasar sultan ini bukan disediakan hanya untuk Jawara (Jaringan Wirausaha) Kesultanan Bintan, tetapi, terbuka untuk seluruh masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya apabila ingin berjualan dan membutuhkan tempat. Pedagang yang akan jualan di pasar sultan harus mingikuti peraturan pasar sultan bintan.
Pasar sultan juga menerima pembayaran dalam bentuk dirham dan dinar yang merupakan otorisasi sultan Huzrin Hood melalui Wakala Induk Nusantara (WIN). Pasar sultan ini dibentuk bertujuan untuk membangkitkan pasar muamalah kembali di zaman seperti ini, dimana pasar yang bebas pajak, dan pembayaran-pembayaran lain demi keuntungan pribadi.
“Saya harap pasar sultan ini akan menjadi tombak pertama pasar mualamah di Indonesia dan dapat ditiru oleh daerah-daerah lainnya” ungkap Rizal. Ia juga mengatakan dalam Hadis Rasulullah SAW juga telah dijelaskan bahwa sunahku di pasar sama dengan sunahku di masjid.
“Saya memang suka jualan tapi bingung cari tempat jualan dimana, syukur alhamdulillah pasar sultan memberikan kesempatan para pedagang untuk berjualan.” Jelas Nani (22) pedagang dari Jawara Kesultanan Bintan.
Saat ini Kesultanan Bintan sedang melakukan perekrutan pedagang-pedagang yang ingin berjualan di Pasar Sultan dapat menghubungi Ulul Ilmi (085655519631) dan Madus Priono (081277263278). (mona)

Jumat, 08 Mei 2015

Semarak Hari Jazz Internasional di Batam




Batam – Dalam memperingati hari jazz internasional pada tanggal 1 Mei 2015 lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan Festival Jazz Amazing Kepri di Harbour Bay mall, Jodoh, Batam. Acara diadakan pada hari Kamis dan Jumat, 30 April sampai 1 Mei 2015.
Festival jazz ini dihadiri oleh musisi jazz nasional seperti Idang Rasjidi, Shadu, Imaniar, Rika Roeslan, Kemala Ayu dan Idham Norrsaid. Serta band-band lokal dari Batam, Tanjungpinang dan Bintan seperti Batam Jazz Society, Bob Quartet, Simplisscale, Bobby Brown, dan masih banyak lagi band-band dengan aliran musik jazz yang memeriahkan acara ini.
Batam dijadikan “tuan rumah” pertama dalam perayaan hari musik jazz ini karena Batam sering dijadikan tempat festival musik jazz, yang sebelumnya pernah juga mengadakan ASEAN musik jazz di Harbour Bay Mall pula. Serta banyaknya peminat musik jazz yang ada di Batam.
Acara yang dimulai dari pukul 19.30-22.30 WIB  selama dua hari ini, sangat banyak peminatnya. Di penutupan Jazz Amazing Kepri, penggemar musik jazz dimeriahkan oleh penampilan Imaniar yang sangat memukau, tidak kalah dengan penampilan Idang Rasjidi dengan ciri khasnya membawakan musik jazz menggunakan keyboardnya.
Dinas Pariwisata dan Budaya berencana akan mengadakan hari musik jazz internasional tiap tahunnya di tempat yang berbeda-beda di wilayah Kepri seperti Tanjungpinang dan Bintan.
“Saya sangat bangga karena bisa ikut berpartisipasi di hari jazz internasional ini” ungkap Rian (gitaris) dari Band Akustik Rumahan. Ia juga mengatakan, dengan acara rutin seperti ini membuat musik jazz tidak akan “mati” untuk ke depannya.
“Saya memang penggemar musik jazz dan sangat senang apabila ada acara seperti ini di Batam” ujar Rita, penonton musik jazz. Ia juga menambahkan, kalau ada acara musik jazz terus di Batam ini, ia tidak perlu ke Singapura untuk menonton musik jazz karena di sana sering mengadakan festival musik jazz yan berkelas. (mona)

Gawai Seni untuk Budaya Kepri





Tanjungpinang – Gawai seni yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Tanjungpinang bertujuan melestarikan budaya-budaya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 27-29 April 2015 di Lapangan Pamedan A.Yani, Jalan Raja Haji, Km. 4, Tanjungpinang.
kegiatan Gawai Seni ini menampilkan beberapa perlombaan, seperti lomba mendendangkan lagu melayu, lomba visualisasi puisi, dan lomba tari kreasi. Untuk lomba mendendangkan lagu melayu dimulai dari tingkat SD dan SMP se-Kota Tanjungpinang. Untuk visualisasi puisi diperlombakan tingkat SMA/ sederajat se-Kota Tanjungpinang. Sedangkan tari kreasi dari tingkat sanggar/ perguruan tinggi.
Selain perlombaan-perlombaan tersebut, gawai seni juga dimeriahkan oleh seniman-seniman lokal yang ada di seluruh daerah di Kepri, mereka datang dari sanggar masing-masing daerah yang memang sengaja diundang untuk memeriahkan acara gawai seni.
Banyak harapan yang ingin dicapai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan seperti  memajukan kreatifitas-kreatifitas para seniman untuk memperkaya setiap seni yang dihasilkan, serta menarik minat pemuda-pemudi untuk mencintai seni melayu yang ada di Kepri dan ikut melestarikan budaya yang ada di wilayah Kepri.
            Gawai Seni dibuka oleh Drs. Riono M.Si, dalam sambutannya Riono mengatakan, “Kebudayaan melayu merepresentasikan orang melayu sebagai bangsa yang santun, bijaksana, dan cinta damai, setia dan sabar hal itu akan meningkatkan harkat dan martabat orang melayu dan bangsa Indonesia.” Ia juga mengatakan, acara ini untuk memotivasikan generasi muda mengenal, mencintai, dan mengembangkan lagu melayu.
            Salah satu sanggar yang diundang yaitu sanggar “Sri Batam” dari Batam. Mereka membawakan sebuah tarian kreasi melayu yang sangat indah dan membuat penonton sangat kagum atas penampilan yang dibawakan.
“Kami sangat senang bisa diundang dalam acara ini, dan apa salahnya kami menampilkan penampilan yang terbaik.” Ujar Vialita (24) yang merupakan salah satu penari dari sanggar “Sri Batam”. Ia juga menambahkan, agar acara seperti ini dapat diselenggarakan sesering mungkin karena kegiatan ini positif untuk para generasi muda.
Tidak hanya peserta Gawai Seni, tetapi harapan itu juga diutarakan oleh penonton, “Semoga Pemerintah bisa membuat acara ini sering dilakukan karena acara ini banyak manfaatnya” ujar Nurul (22). Ia juga mengatakan bahwa, masih banyak anak-anak muda di Kepri ini tidak mengenal budaya melayu yang ada di tempat mereka dilahirkan. Oleh sebab itu, ini merupakan tugas pemerintah untuk menyelesaikannya. (mona)